Am only human
Am not an angel
Am not a hero

Am only human
Who feels upset
Feels down
Feels dissappointed

Am only human
Dont expect too much from me
Dont think too nice bout' me

Cause am only human
I could be dissapoint you
And might be makes you sad

Am only human

@DancingPen

Kayaknya,
Am so over with social media

Bikin sesek napas
Bikin pusing
Bikin kejang2

Iya
Emang gw baper-an
Iya
Emang gw sensi
Iya
Emang gw tukang mikir

Kangen ama masa kecil
Cuman ada game watch
Nintendo
Tetris "begok lu"
Cuman ada Hulk sama Wonder Woman di TV.

Ga perlu kepo sama urusan orang
Sebodo amad sama urusan orang

Bahkan nulis diary aja gw di sini
Megang pensil jd kaku :(

Am soooooooo over with social media
Penuh kepalsuan
Penuh  pencitraan
Penuh harapan palsu

But the pethathic thing is

I need social media
So that i can run away from my pethathic life

HILLARIOUS

Life is like a roller coaster

Once ure up
Once ur down

Once ure laugh
Once ure cry

Once ure missed
Once ure hated

Life is all about choosin

Ure choose to be happy
Or not to be

Ure choose to forget
Or to keep ur self in the ground

Ure choose to let it go
Or..to held it forever in ur soul

Karena aku telah memaafkan
Tapi tak mungkin melupakan

Sakiit hatiku
Perih hatiku
Luka jiwaku
Terlalu dalam
Terlalu dalam
Dari yg kamu tahu

Aku berperang melawan batinku
Untuk menafikkan mu
Untuk melupakan semua
Kamu
Kenangan
Luka

Bukan membencimu
Tapi membenci perbuatanmu

Aku berhenti mempertanyakan
Kenapa aku
Mengapa kamu

Karena aku sadar, takdir tak bisa kulawan
Karena aku sadar, itu caranya untuk bisa lepas dari mu

If

If i could say it loudly
Id say IM SO THRU WITH ALL OF THIS

if i could speak out loudly
Id say MIND OF UR OWN BUSINESS STAY AWAY FROM MY LIFE

Life oh life

So here's the thing,

Sebagai seorang manusia yang berkebutukan untuk bersosialisasi, kadang -no, seringkali gw dituntut untuk ber-poker face.

Harus tersenyum, padahal hati gw saat itu lagi ga mood
Harus basa-basi , padahal gw paaling ga suka and ga bisa yg namanya basa basi.
Harus menahan emosi, padahal rasanya saat itu gw pengen mrepet meluapkan kekesalan gw.

Well, begitulah...
Seringkali sih, mungkin dipikirnya gw ni orang yg sabar, nrimo jadi mereka bisa semena-mena ama gw. That's sucks!

But that's life
Lo suka atau ga, hari esok tetep akan muncul (kalok belom kiamat tentunya)
Lo seneng atau sedih, matahari tetep akan bergulir sesuai ketentuan-Nya

24 Juni 27 Tahun Lalu

24 juni 1990

Saat itu aku berumur 9 tahun. Sebulan sebelumnya, baru saja umurku 9 tahun.

Sebulan sebelumnya, aku merengek sama ibu. Ingin agar ulang tahunku dapat dirayakan, seperti teman2ku kala itu. Membagikan kartu undangan di sekolah, menyiapkan kue2, memakai baju cantik, menantikan kado2 yang khusus teman2ku bawa untukku, menjadi ratu sehari. Dan bapakku mengabulkannya.

Aku masih ingat. Betapa aku sangat bersemangat saat itu mempersiapkan segalanya. Dan hatiku sangaaaat bahagia saat itu. Karena keinginanku terkabul. Ya! Merayakan ulang tahun ku yg ke-9 dengan meriah. Semua itu karena bapakku.

Tapi siapa yang tahu, hal itu merupakan kado terakhir dari bapak untukku, putri bungsunya.

Sebulan kemudian. Aku yang saat itu masih terlalu kecil untuk memahami apa yang terjadi sungguh sangat kebingungan. Di hari minggu yang cerah itu, ibuku tampak sedih, panik, bingung. Kakak2ku pun demikian. Tetangga dekat kami sampai datang ke rumah.

Ya..bapak sakit...

Aku ingat, kakakku membawa baskom yang berisi muntahan bapak..darah..

Aku dan kakakku yang no 4 disuruh oleh tetanggaku untuk mencari es batu, katanya untuk meredakan sakitnya bapak. Berdua kami keliling mencari es batu. Setelah dapat bergegas kami pulang untuk segera memberikan es batu itu buat bapak. Berharap bapak berhenti mengeluarkan darah..

Lalu, saat itu bapak pun dibawa ke Rumah Sakit.. ibuku menemani Bapak. Aku di rumah, katanya kalau bapak sudah membaik aku boleh menyusul ibu.

Malamnya...tetanggaku datang, katanya aku disuruh ke RS untuk melihat bapak..tak mengerti dengan kondisi aku hanya menurut. Berharap saat aku tiba disana aku melihat bapak yang sudah membaik, dan ibu yang sudah bisa tersenyum lagi.

Namun..sesampainya aku di RS, kulihat bapak sudah terbujur kaku di tempat tidur, beberapa orang mendoakannya, teman2nya mungkin aku tak tahu..dan ibu..ibu duduk dengan mata yg memerah, hidung yg memerah dengan isakan tertahan.

Hari itu, Malam 24 Juni 1990, bapakku berpulang. Meninggalkan ibuku dan kami anak2 perempuannya.

Bapak..jujur aku tak terlalu dekat dengan bapak. Aku takut kalau bapak marah. Pernah, suatu ketika aku membuat rusak pulpennya bapak. Seharian aku ketakutan menanti bapak pulang dari kantor. Dan ketika pintu pagar berbunyi, Opel bapak menderu masuk halaman rumah, aku langsung lari ke balik pintu kamar ibu, karena takut dimarahi bapak. Kudengar bapak mencariku, namun setelah melihatku di balik pintu, beliau hanya menatapku tanpa berkata apa2. Mungkin bapak sudah kasihan melihatku yang ketakutan, jadi tidak jadi memarahiku..:')

Lalu, aku juga ingat bapak yang sering menjemputku waktu aku TK. Dengan naik vespanya. Bapak walau galak tapi juga senang guyon. Kalau isengnya kumat, bapak suka gelitikin aku pakai kumis tipisnya..:')

Bapak..aku tahu, walau terlihat kaku dan berkesan kurang dekat..tapi jauh di dalam hatinya, dia pasti menyayangi kami, anak2 perempuannya...

Dan jika saat ini dia ada disini, pasti dia bangga dengan ibuku yang telah berhasil membesarkan kami putri2nya, seorang diri. Pasti dia senang melihat cucu2nya yang pintar, apalagi cucu2 laki2nya..karena kata ibu dulu, bapak pengen punya anak laki2, biar bisa diajak main mobil2an..:')

Pak, we miss u a lot...Semoga Bapak dilapangkan kuburnya, diampuni dosa2nya..semoga kami bisa bertemu dengan bapak kembali kelak di Jannah-Nya...aamiin Allahumma aamiin...

I Love u, Dad..
Forgive me, daddy..:'(

24 Juni 2017
29 Ramadhan 1438 H
03.12 AM

Sebenarnya bukan salah siapa2
Mungkin hanya karena aku yang selalu merasa kurang
Hingga semua tampak salah
Di mataku, di hatiku

Pada satu titik, seringkali
Aku merasa sudah cukup dengan semua
Hingga rasanya tak ingin lagi bertahan

Namun lagi, aku bertanya
Buat apa sebenarnya?
Buat apa semua ini?
Buat apa aku bersikeras seperti ini

Hingga akhirnya
Hanya lelah yg kurasakan
Dan sekali lagi
Hanya ingin memikirkan awan putih
Bukan yg lain, tak ingin yg lain

020717  00.50 AM
Mumet njlimet whatever

Embun

Aku bertanya
Seperti apa rasanya jadi embun?
Apakah dia senang menjadi embun?
Apakah dia bahagia menjadi embun?
Karena dinginnya menyejukkan setiap tangan yang menyentuhnya

Atau
Mungkin saja dia tak senang
Mungkin saja dia tak bahagia
Mungkin saja dia tak ingin menjadi embun
Karena setelah disentuh dia hilang tak berbekas

Tapi mungkin
Lebih baik untukku jika aku embun
Tak lagi merasakan sakit setelah sentuhan itu
Hanya hilang tak berbekas
Hilang tak berbekas..

24012017
20.35  PM